Selasa, 22 Maret 2011

Brazil Pada Chelsea

Hari Minggu tanggal 20 Maret 2011, jam 23.00 WIB tepat kick-off antara Chelsea melawan Manchester City di Stamford Bridge. Ini adalah pertandingan yang sangat menarik mengingat baik Chelsea dan Manchester City bukan hanya berdekatan secara posisi klasemen (sebelum pertandingan, Chelsea peringkat 4 dan City peringkat 3 sementara setelah pertandingan Chelsea peringkat 3 dan City peringkat 4), namun selain itu pertandingan ini merupakan pertemuan antara dua klub termewah di Liga Inggris. Meski tidak bertajuk sebagai Derby, namun pertandingan ini jelas merupakan Big-Match. Tadinya saya kira pertandingan ini tidak disiarkan langsung di TV Swasta Indonesia. Untunglah pertandingan ini ternyata disiarkan langsung di Global TV mulai jam 22.30 WIB.



Skuad starting eleven Chelsea maupun City sama-sama membuat saya terkejut. Tidak ada nama "pakar Chelsea" di City, Carlos Tevez. Sementara di kubu Chelsea, Ancelotti memilih untuk "memarkir" duo Drogba dan Anelka dan lebih memilih trio Malouda - Torres - Kalou di lini depan. Harapan saya untuk bisa melihat aksi Torres dalam mencetak gol pertamanya bagi Chelsea, di babak pertama punah sudah. Meski Chelsea lebih dominan, tapi Torres seperti kesulitan menghadapi penjagaan ketat dari Lescot dan Kompany. Sementara Kalou dan Malouda, terutama Kalou, lebih aktif dan memberikan ancaman sepanjang babak pertama. Skor kacamata 0-0 di babak pertama.

Sementara di babak kedua, Ancelotti memutuskan menarik Malouda dan Torres untuk diganti dengan Anelka dan Drogba. Tak berselang lama, Kalou juga ditarik dan digantikan Yuri Zhirkov. Chelsea main dengan 4-4-2. Akhirnya Chelsea berhasil mencetak gol menit 79 lewat sundulan David Luiz. Dan pada masa injury time babak kedua, Ramires menunjukkan aksi briliannya dengan melewati 3 pemain City sebelum akhirnya dengan tenang melesakkan bola tanpa mampu diantisipasi kiper Joe Hart. Skor akhir City unggul 2-0.

Para pendukung Chelsea tadinya berharap dapat melihat aksi gol-gol dari penyerang berbanderol 50 juta pound, Fernando Torres. Namun sepertinya Torres masih belum mendapat keberuntungan. Justru duo Brazil yakni David Luiz dan Ramires yang mampu mencuri perhatian. Terutama David Luiz.
Sepanjang pertandingan Luiz menunjukkan permainan solid. Berkali-kali ia menjadi batu sandungan bagi para pemain City untuk mencetak gol. Penampilan gemilang Luiz sebelum mencetak gol sudah membuat saya langsung tertarik untuk search dan nge-like fanpage nya di Facebook. Dan gol nya ke gawang City kemarin menjadikan David Luiz layak terpilih sebagai man of the match, setidaknya menurut saya.
Brazilian lain yang memukau adalah Ramires. Meski di babak pertama dan hampir sepanjang babak kedua Ramires tidak sebersinar Luiz (lagi-lagi setidaknya menurut saya), namun gol nya di masa injury-time lebih baik ketimbang gol David Luiz. Maklum saja, saya penggemar pemain dengan teknik individu tinggi :P

Dan setelah wasit meniup peluit panjang tanda babak kedua berakhir untuk kemenangan Chelsea 2-0, saya secara spontan membuat status di Facebook "Brazil pada Chelsea!".  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut